Terkadang kita menganggap jika jika kita membuat sesuatu melewati budget atau melewati schedule, maka itu sudah menjadi dosa besar. Orang-orang lain akan dengan mudah mencemooh, menyindir dan merendahkan kita.
Have no fear! Rome wasn’t build in a day. Saya mendapat cerita tentang Sydney Opera House, yang mungkin bisa dianggap proyek mismanagement yang cukup parah, tapi hasilnya sekarang adalah menjadi landmark kebanggaan Australia.
Tahukan anda, bahwa secara budget, Sydney Opera House melar 1450%? Budget yang tadinya A$ 7 juta, ternyata membutuhkan biaya A$ 102 juta. Juga waktu yang dibutuhkan untuk membangunnya, dari rencana 4 tahun menjadi 14 tahun! Kalau ini dikembangkan di Indonesia, kemungkinan besar sang arsitek dan pembangunnya sudah dicela habis-habisan, diajukan ke pengadilan, dipenjara, dan akhirnya tidak pernah selesai dibangun.
Tapi tidak. Bangsa Australia tetap percaya bahwa apa yang mereka buat itu akan menjadi sesuatu yang tidak akan lekang oleh masa. Bayangkan, untuk membiayai Sydney Opera House mereka membuat lotere. Lotere ini berlangsung selama pembangunan berjalan.
Begitu pula dengan Urbanesia. Banyak yang bertanya, kenapa koq pengembangannya lama sekali. Well, di Urbanesia, kami membuat fondasi yang sangat-sangat kuat, sehingga situs tersebut sudah siap untuk mendapatkan pageviews jutaan. Teknik-teknik seperti cache menggunakan memcache dan squid, manipulasi expiry time files menggunakan mod_expires, php accelerator dan CDN sudah kami persiapkan sejak awal.
Jika anda memiliki pemahaman teknis, maka anda akan melihat bahwa di Urbanesia, semua javascript diletakkan di paling bawah page situs. Ini akan meningkatkan experience user karena dalam DOM, semua javascript, even external ones, harus di load sepenuhnya terlebih dahulu sebelum bisa melanjutkan ke kode-kode berikutnya. Oleh karena itu situs yang tidak di optimize akan mengalami yang sering disebut white screen, dimana layar tampak putih saja karena lagi proses loading javascript yang diload di awal (biasanya di dalam ).
Oh ya, kami juga mengembangkan regex (regular expression) kami sendiri, dimana semua file-file javascript tetap ditulis sendiri-sendiri di dalam kode, namun secara otomatis diconvert menjadi satu file (efisiensi paralel downloading), dengan expiry time 1 tahun sehingga untuk mengakses page-page berikutnya tidak perlu mendownload javascriptnya lagi (kecuali ada perubahan kode javascript) dan juga memanfaatkan kompresi, sehingga browser yang mendukung kompresi Gzip akan mendownload versi terkompresi. file-file 100 KB bisa terkompresi menjadi 10-30 KB, sehingga bisa di download dengan cepat.
Tantangannya adalah, apa yang terjadi jika javascript belum di load dengan sempurna dan user keburu =[mengklik sebuah action yang mengandung Ajax? Kita memanfaatkan teknik yang disebut Hijax. Hijax adalah teknik dimana jika javascript belum di load dengan sempurna (atau memang dimatikan), user akan tetap bisa melakukan aktivitasnya dengan normal. Contohnya di landing page Urbanesia. Jika anda mengklik signin atau register setelah pagenya selesai, maka akan keluar pop-up javascript dimana anda diminta memasukkan username dan password. Namun jika javascript belum selesai loading atau dimatikan, maka anda akan diarahkan ke page berikutnya, baik itu page signin atau register.
Tahukah anda bahwa kami sudah mempersiapkan
http://bandung.urbanesia.com,
http://surabaya.urbanesia.com,
http://bali.urbanesia.com? Kami juga sudah membuat domain masking, dimana anda dapat memiliki situs anda sendiri hanya dengan membeli domain dan service kami. Check out
http://www.ayoklik.com untuk sampelnya. Oh ya dan kami memiliki custom theme, sehingga tampilan bisa diubah-ubah oleh setiap business owner. Lihat
http://www.urbanesia.com/hamilcantik untuk contohnya.
Saya bangga dengan team developement Urbanesia, karena they share the same interest and ambition as I am. We are not making a site for 1-3 year, we are making a site that will lasts for decades until we have to rewrite the code again to accomodate new programming application (mungkin PHP 6?)