19 Juli 2010

#startupLokal, awal, kini dan di masa depan

View Comments
Di tahun 2006 ketika saya menjadi konsultan di sebuah perusahaan IT, saya ditawarkan pekerjaan oleh sebuah perusahaan Swiss untuk mengembangkan direktori preschool dan kindergarten yang di Swiss jumlahnya ribuan, dimana perkerjaan itu diendorse oleh Depdikbud Swiss. Inspirasinya dari situs http://local.ch.

Setelah mengurus work permit selama 1 tahun dan akhirnya dapat, ternyata pihak sana lagi busy dengan projekt government lainnya, alhasil saya tidak jadi pergi. Tapi dari situ saya langsung terinspirasi untuk membuat sebuah local directory di Indonesia. Saya langsung mencoba mengembangkan sendiri versi lokal, lokasi.info dan direktori.info.

Dari situ struggle untuk mendapatkan support sangaaat sulit. Pertama, kita hampir membeli peta foto aerial seharga Rp 150 juta karena Google maps saat itu masih sangat jelek. Juga saat itu informasi geospatial tidak bisa diolah secara otomatis, jadi harus dibuatkan querynya yang cukup ribet dan membebankan server. Berjalan 6 bulan, akhirnya tidak selesai karena saya keburu pindah di kantor lain.

Secuil cerita saya itu mungkin akan berbeda jika saya hadir di #startupLokal dan melakukan pitch di depan teman-teman startups, business owners dan investors. Oleh karena itu saya tidak ingin hal tersebut terjadi pada rekan-rekan startups lainnya. I know how hard it is to start from the rock bottom. Tiring.

Empat bulan yang lalu saya hendak melakukan interview di Starbucks FX Plaza *grin*. Tanpa sengaja saya bertemu dengan Rama Mamuaya dan Dondi Hananto. What a coincidence. Disitu juga hadir Sanny Gadaffi (Sagad) yang juga sedang meeting dengan partnernya, serta Aulia Masna yang juga lagi beredar di daerah Senayan.

Maka, saya menganggap ini sebagai #startuplokal v.0. Cikal bakal dari #startuplokal meetup. Saat itu saya pulang jam 12.15 karena keburu diusir oleh Starbucks. Me and Sagad talked for hours. Dari situ kita semua sepakat untuk ketemuan setiap bulan di Starbuck FX Plaza.

Maka terjadilah #startuplokal v.1 sebulan kemudian. Saat itu tidak dinyana yang hadir 33 orang! It was packed! It was exciting, dan seperti biasa, saya pulang duluan jam 12 malam. Apa saja yang terjadi di #startuplokal v.1 bisa dibaca di blog istri saya. Dari sini Tista dan Selina bertemu dan akhirnya Tista menjadi CIO urbanesia beberapa bulan kemudian. Nuniek Tirta juga pertama kali bertemu Sagad dan sekarang Nuniek menjadi CEO bundagaul.com. Dari sini secara tidak langsung jadi bertemu Novrizal Pratama dan Putri Respati dari TRG, yang akhirnya memberikan space di Wisma Kosgoro ballroom untuk #startuplokal v.4.

Berlanjutlah ke #startuplokal v.2 di Cafe Oh La La, dimana yang hadir ada lebih dari 100 orang. It was really englightening. Topiknya mainly about startups experience at Echelon, an insight from Charanjit Singh and Leonard from AdMob. Dari sini kami bertemu bapak Joko dari Swa, dan berlanjut setelahnya bertemu bapak Kemal Gani, Direktur Swa Media Inc. dan dari pembicaraan ngalor-ngidul menumbuhkan event SWAstartup.

Terakhir di #startuplokal v.3 di Gedung Telkom. It was grande, and Telkom is really serious about this. I was really honored that Telkom is willing to support us. Topic is about mobile. Pak Izak Jenie, CEO Nexian is very hot! A very humble and humorous person. This event has generated leads for urbanesia, bundagaul, infokost untuk dapat masuk ke mobile Nexian secara default. Didiet dari Mijix present tentang Gedego, which is an awesome product.

Kalau ditanya tujuan saya pribadi untuk #startuplokal apa, yang jelas adalah saya ingin agar para uber geek sadar bahwa startups itu perusahaan, dan perusahaan adalah bisnis. Dan perusahaan tanpa pemahaman bisnis, finansial dan marketing sama saja dengan hobi belaka. Saya yakin jika ditanya tentang kecanggihan teknologinya, pasti para startuplokal Indonesia adalah salah satu yang kreatif dan inovatif. Jadi mungkin ada beberapa teman-teman #startuplokal yang agak kecewa karena eventnya jauh dari kesan IT, tapi saya paham sekali, #startuplokal yang hadir di meetup-meetup ini akan menjadi bos-bos dan pimpinan perusahaan, dan mungkin menjadi orang terkaya di Indonesia dalam 10-30 tahun mendatang. Yang kita butuhkan adalah informasi business and networking.

Juga, jika ada yang merasa #startuplokal tidak memberikan faedah apa pun, terutama meetup-nya, maka saya bisa dengan yakin bilang bahwa You are not talking to the right person. It's a networking night, so please for goodness sake, jangan say hi ke orang yang sudah anda kenal, tapi say hi ke orang yang belum anda kenal. Dari empat pertemuan #startuplokal v.0-v.3, saya dan banyak rekan-rekan lainnya mendapatkan leads baru, kerjasama baru dan bahkan kerjaan baru. Hey adakah yang tahu bahwa di #startuplokal v3 ada founder Game.co.id, dimana dia adalah anak muda kelahiran 1987 yang sudah mendapatkan investment dari Belanda! Ngga ketemu dia? Nanti saya paksa dia untuk datang lagi di v.4 :D

Jadi, bukalah pikiran anda. Accept the new things that you'll receive. Memang menantang jika kita harus mengikuti sesuatu yang tidak kita sukai. I am a geek. I love to code. But I also have to accept the fact that if your are in C-level (CEO, CTO, CIO), you will have to run the business more often than code.

#startuplokal v.4 akan diadakan di Sriti Ballroom, Basement floor Wisma Kosgoro, seberang Ex, hari Kamis tanggal 5 Agustus jam 19.00. Topiknya tentang komunikasi. Pernahkah startup anda membuat press release? Pernah dengar term Boilerplate? Kalau belum, datanglah ke #startuplokal v.4. Kalau perlu dekati Eva T. Nurmalasari, PR urbanesia.com yang menurut saya sukses membuat press release karena para editor media hampir tidak ada yang menulis ulang press release buatannya.
Always remember that editors are overworked and understaffed. If you can make life easier for them, you're more likely to get coverage. If you write a press release that's close to the way the editor will actually publish it, it may see publication with minimal editing. [ref]

31 Mei 2010

Benar +4, Kosong 0, Salah -1

View Comments
Dari Twitter, saya membaca tulisan ini (rephrased karena I didn't document the twitt):
"Bagaimana siswa UAN bisa diajarkan rasa percaya diri jika salah jawab membuat nilainya dikurangi satu. Lebih baik ngga usah menjawab sekalian."
 I am a fan of numbers, stats and analytics. Ketika saya membaca twitt ini, dalam hati saya berpikir: If you are smart, then you should have known that the formula TRUE = 4, FALSE = -1 and NULL = 0 ini dibuat oleh orang yang briliant sekali!

Untuk yang belum paham maksud saya, dalam UAN (Ujian Akhir Nasional, dan beberapa ujian lainnya), penilaian bukan hanya sekedar poin satu jika benar, kosong jika salah, tapi empat poin jika benar, kosong jika tidak menjawab, dan dikurangi satu jika salah.

It's all in the probability and a very little luck. Tapi in the end, if you guess ALL of the answer, then you have nothing to lose actually. I'll give you a case:

CONDITIONS:
Dua puluh lima (25) pertanyaan pilihan ganda, dengan pilihan A, B, C, D dan E. Jika benar semua maka nilainya adalah 25 x (+4) = 100.

CASE #1:
Saya mengisi 25 pertanyaan dengan jawaban A. Dengan probabilitas benar 1/5 (20%), maka:
  • Menjawab benar: 20% x 25 pertanyaan x (+4) = 20
  • Menjawab salah: 80% x 25 pertanyaan x (-1) = -20
  • Nilai akhir: 20 (benar) - 20 (salah) = 0
Jadi anda bisa melihat, bahwa dengan menebak saja, you have nothing to lose, karena nilai akhir adalah 0 (nol).

CASE #2:
Dari 25 pertanyaan, saya bisa mengurangi pilihan menjadi hanya empat dari lima pilihan jawaban. Dari sisa empat itu, saya menebak secara random. Dari sini bisa disimpulkan probalitas menjawab benar adalah 1/4 (25%), maka:
  • Menjawab benar: 25% x 25 pertanyaan x (+4) = 25
  • Menjawab salah: 75% x 25 pertanyaan x (-1) = 18.75
  • Nilai akhir: 25 (benar) - 18.75 (salah) = 6.25
 Tentunya tidak ada nilai 6.25, tapi ini dikarenakan jumlah pertanyaannya ganjil. Tapi intinya, dengan menebak dari 4 pilihan, maka anda malah akan mendapatkan nilai plus!

So, here's a word of advices for future students yang menghadapi soal-soal dengan bentuk scoring seperti ini:
  • Isolasi jawabannya satu per satu. Jika kamu bisa mengisolasi setidaknya satu jawaban dari lima jawaban yang tersedia, maka kamu akan mendapatkan skor probabilitas yang lebih baik. isolasi satu give you 25%, isolasi dua give you 33% dan isolasi tiga give you a whopping 50%!
  • If you have to guess, you better have a best guess. Dari beberapa jawaban tersebut pasti ada jawaban yang anda yakin itu adalah jawaban yang benar. Tandai! This will give you a higher probability. If you guess that the answer is correct, it has higher probability that the answer is actually correct.
  • 10 menit sebelum pengumpulan soal, go with your guts and start guessing!
For your information, saya sudah menggunakan teknik ini sejak SMA, dan saya gunakan ketika menghadapi UMPTN. So friends, get your math straight, and start guessing!

24 Mei 2010

Apakah over-budget dan over-schedule dosa besar?

View Comments
Terkadang kita menganggap jika jika kita membuat sesuatu melewati budget atau melewati schedule, maka itu sudah menjadi dosa besar. Orang-orang lain akan dengan mudah mencemooh, menyindir dan merendahkan kita.

Have no fear! Rome wasn't build in a day. Saya mendapat cerita tentang Sydney Opera House, yang mungkin bisa dianggap proyek mismanagement yang cukup parah, tapi hasilnya sekarang adalah menjadi landmark kebanggaan Australia.

Tahukan anda, bahwa secara budget, Sydney Opera House melar 1450%? Budget yang tadinya A$ 7 juta, ternyata membutuhkan biaya A$ 102 juta. Juga waktu yang dibutuhkan untuk membangunnya, dari rencana 4 tahun menjadi 14 tahun! Kalau ini dikembangkan di Indonesia, kemungkinan besar sang arsitek dan pembangunnya sudah dicela habis-habisan, diajukan ke pengadilan, dipenjara, dan akhirnya tidak pernah selesai dibangun.

Tapi tidak. Bangsa Australia tetap percaya bahwa apa yang mereka buat itu akan menjadi sesuatu yang tidak akan lekang oleh masa. Bayangkan, untuk membiayai Sydney Opera House mereka membuat lotere. Lotere ini berlangsung selama pembangunan berjalan.

Begitu pula dengan Urbanesia. Banyak yang bertanya, kenapa koq pengembangannya lama sekali. Well, di Urbanesia, kami membuat fondasi yang sangat-sangat kuat, sehingga situs tersebut sudah siap untuk mendapatkan pageviews jutaan. Teknik-teknik seperti cache menggunakan memcache dan squid, manipulasi expiry time files menggunakan mod_expires, php accelerator dan CDN sudah kami persiapkan sejak awal.

Jika anda memiliki pemahaman teknis, maka anda akan melihat bahwa di Urbanesia, semua javascript diletakkan di paling bawah page situs. Ini akan meningkatkan experience user karena dalam DOM, semua javascript, even external ones, harus di load sepenuhnya terlebih dahulu sebelum bisa melanjutkan ke kode-kode berikutnya. Oleh karena itu situs yang tidak di optimize akan mengalami yang sering disebut white screen, dimana layar tampak putih saja karena lagi proses loading javascript yang diload di awal (biasanya di dalam ).

Oh ya, kami juga mengembangkan regex (regular expression) kami sendiri, dimana semua file-file javascript tetap ditulis sendiri-sendiri di dalam kode, namun secara otomatis diconvert menjadi satu file (efisiensi paralel downloading), dengan expiry time 1 tahun sehingga untuk mengakses page-page berikutnya tidak perlu mendownload javascriptnya lagi (kecuali ada perubahan kode javascript) dan juga memanfaatkan kompresi, sehingga browser yang mendukung kompresi Gzip akan mendownload versi terkompresi. file-file 100 KB bisa terkompresi menjadi 10-30 KB, sehingga bisa di download dengan cepat.

Tantangannya adalah, apa yang terjadi jika javascript belum di load dengan sempurna dan user keburu =[mengklik sebuah action yang mengandung Ajax? Kita memanfaatkan teknik yang disebut Hijax. Hijax adalah teknik dimana jika javascript belum di load dengan sempurna (atau memang dimatikan), user akan tetap bisa melakukan aktivitasnya dengan normal. Contohnya di landing page Urbanesia. Jika anda mengklik signin atau register setelah pagenya selesai, maka akan keluar pop-up javascript dimana anda diminta memasukkan username dan password. Namun jika javascript belum selesai loading atau dimatikan, maka anda akan diarahkan ke page berikutnya, baik itu page signin atau register.

Tahukah anda bahwa kami sudah mempersiapkan http://bandung.urbanesia.com, http://surabaya.urbanesia.com, http://bali.urbanesia.com? Kami juga sudah membuat domain masking, dimana anda dapat memiliki situs anda sendiri hanya dengan membeli domain dan service kami. Check out http://www.ayoklik.com untuk sampelnya. Oh ya dan kami memiliki custom theme, sehingga tampilan bisa diubah-ubah oleh setiap business owner. Lihat http://www.urbanesia.com/hamilcantik untuk contohnya.

Saya bangga dengan team developement Urbanesia, karena they share the same interest and ambition as I am. We are not making a site for 1-3 year, we are making a site that will lasts for decades until we have to rewrite the code again to accomodate new programming application (mungkin PHP 6?)

17 Mei 2010

Logo and Branding

View Comments
You must have heard about this several times. Logo is one of the key elements for a successful brand. Do you remember Nike logo? Google logo? Telkomsel logo? Now do you remember your favorite martabak logo?

You have taken great care of creating great logo for your company, now it's our turn to magnify your logo potential. Urbanesia knows the importance of your logo. That's why we put your logos in almost every prominant places. Here's an example:
As you can see in this example page Starbucks, your logo will also be shown as your site icon. It will show up in every page of your profile page, besides the website address bar, next to you title page, and also if your customer bookmark your page, they will easily identify your profile page because of the icons. All you have to do is upload your logo.

15 Mei 2010

One week on Urbanesia

View Comments
In the next one week, I'll be posting short posts on features that Urbanesia have. Please do follow my RSS to view my post directly to you reader. I'll start with this Monday! You won't believe features that are good for Urbanites and Business Owners.
Related Posts with Thumbnails