Adheaven - Webpreneur, Futurist and Technologist

The official Natali Ardianto blog

29 June 2009

Networking

Networking. Banyak teman *mostly geeks sih* bertanya, gimana sih De caranya supaya dapet network yang luas kek elo? Actually, cara supaya bisa meng-extend network ini bisa dipelajari koq. Ngga perlu elo jadi orang yang super supel, atau pandai berbicara, atau mahir mencuri perhatian, atau bahkan jago ngelawak. All you need is guts, and the willing to network.

Kenapa guts? Ya because no guts, no glory. Biasanya yang menghambat seseorang untuk start something adalah keberaniannya. Hilangkan rasa malu, karena rasa malu itu adalah penyakit yang bisa disembuhkan, tapi harus dari kemauan diri sendiri. Jangan terlalu banyak "what if" di dalam otak elo. What if the person dislikes me? What if I did or say something wrong? What if this? What if that?

Pertama-tama, jika orang itu tidak suka kita sejak awal, then he's not worth the struggle. Hey, networking tidak akan berhenti hanya gara-gara satu orang menolak elo. Make yourself worthwhile, dan nantinya malah orang itu yang melakukan inisiasi terlebih dahulu. Yang penting adalah take action, karena ada aksi, ada reaksi (Hukum Newton ketiga). Tanpa adanya action, ya don't expect anything to happen to you. Yes, you can wait, but that will only happen when you are the CEO of something big. And I don't think you need to read this if you are already a CEO.

Kedua adalah willing to network. If you come to an event, have a nice lunch or dinner buffet, listen to the presenter, and go home, then you actually didn't really go to the event. If you talk to somebody new, even if it's just one person, THEN you are making something different. Tapi ini semua harus ada kemauan. Biasanya penyakit terbesarnya adalah MALAS (selain malu). Gwe sudah ngga mau tahu sama orang yang doyan mengumbar kata M yang satu itu. Malas is contagious, you should keep distance with malas people.

Lalu pertanyaan berikutnya, how do I connect? Paling gampang ya diperkenalkan oleh teman elo. Dengan cara ini, relationship cepat terbentuk, apalagi kalau teman elo itu impactful ke orang tersebut. Cara lain? Ya main tembak saja ke siapa saja yang menurut elo memiliki magnet dan everybody seems to be attracted to him/her. Kenapa ngga anybody saja? Well you can, but can you manage the relationship? Gwe sih lebih suka membuat networking ke decision maker, karena ya staf-stafnya bakalan nurut tho.

Well, if I am just saying this, then it wouldn't make any good impact khan. Jadi ini gwe ceritakan sedikit tentang how networking benefit me:

Sejak awal kerja, gwe hampir ngga pernah membuka lembar lowongan kerja, dan mengirim lamaran. Pekerjaan pertama gue di Inixindo gwe dapat karena referensi dari teman gwe yang sudah ada di Inix.

Setelah itu, gwe pindah ke sebuah perusahaan IT consultant. Gwe bisa dapat kerjaan itu karena sebelumnya ditawarkan membuat proyek oleh teman dari teman dari ownernya. Jauh khan?

Dapet kerjaan juga di Evolver Industries (EI), karena sebelumnya gwe hampir mengerjakan situs Djarum Super, dimana teman gwe Dooze membawa gwe untuk ketemu owner EI. I didn't get the project, but the communication continues, and I work for her 3 months after the first encounter.

Dapet kerjaan di SemutApi Colony (SAC), karena gwe melihat status seseorang di yahoo messenger yang sudah 1 tahun ada di messenger list gwe, tapi gwe sebenarnya ngga terlalu kenal. Gwe tulis nama dia Danny Microsoft sebab gwe pikir dia orang Microsoft, promosiin terus tentang produk microsoft. Ngga dinyana, ternyata dia CEO SAC yang memang lagi dapat proyek Microsoft. And I got hired to work at his company.

Di perusahaan yang sekarang, gwe berpartneran dengan ex SAC bernama Selina. Waktu di SAC sih ngga terlalu dekat. But somehow we met again, talked about what we have in mind, and it's really weird that she wanted to create a business directory, and I have lokasi.info idea a few years back. And that's where Ayoklik Indonesia started.

Selain pekerjaan, juga banyak sekali yang related dengan proyek-proyek. Suatu saat gwe ketemuan dengan sebut saja namanya Irax. Dia datang dengan fellow friends, salah satunya Kevin Osmond. Kita ngga banyak ngobrol, tapi saat itu we are connected. A few years later, gwe ketemu dia lagi pas gwe bikin pitch proyek. Because I know his works, dia langsung dapet proyeknya.

Sebetulnya ngga habis-habis kalau mau cerita tentang how a perfect stranger contacted me, yang ternyata direferensiin oleh network gwe, dan gwe mendapatkan network baru.

Jadi bisa disimpulkan seperti ini:
  1. Have guts. You have to start. Don't wait for others to come to you. Makin sering elo berani memulai komunikasi dengan orang lain, makin lama ackwardness yang biasanya terjadi ketika pertama kali ketemu orang akan makin menciut. Bisa karena biasa. Hone your skill.
  2. Have the willingness to network. Kalau elo ngga ada motivasi untuk networking, ya mau dipaksa dengan cara apa pun ya ngga akan berhasil. Ingat! Males is for loser.
  3. Follow ups. Bahkan jika hanya ketemu sekali, dan kesannya seperti basa basi, coba di follow up lebih lanjut. Gali potensi yang ada di pihak lawan, dan manfaatkan buat keuntungan elo. Sekarang sudah ada facebook tho? Search aja namanya. Add friend dengan message "I'd like to be your acquaintance. It would be my privilege." Ingat! Kasih message ya. Gwe biasanya langsung ignore orang yang main nge-add begitu saja tanpa introductory message.
  4. Menjual diri. Yeah just like prostitutes, hanya bedanya elo menjual skill elo. Gimana orang bisa paham keinginan dan kemampuan elo, kalau elonya sendiri ngga ngasih tahu ke mereka?
  5. Services. Networking is all about services. Begitu sebuah extended network meminta tolong elo, give your very best shot and do all you can to give the finest services. The WILL then come back for you.
  6. Maintain relationship. Di yahoo messenger gwe ada 750++ nama, di FB ada 730++ nama. Percuma dengan list sebanyak itu, tapi elo hanya komunikasi dengan teman-teman yang elo kenal. Gwe suka terkadang secara random memulai conversation dengan pet talk. Kalau gayung bersambut, lama-lama tergali potensi dari lawan bicara elo, seperti recently gwe menemukan orang yang bisa bikin aplikasi BB, iPhone, bahkan Android! And I don't even know his real name!
  7. Gwe selalu ingat kata-kata Rene Suhardono (a career coach): "It's not who you knows that is important, but who knows you is much more important!" If you are the best in the field, you do your stuff with all your heart, create positive image about yourself, be a reliable person to other, then anybody wouldn't be hesitate to refer you to someone else. CREDIBILITY is the key. Credibility is hard to create, but easy to ruin.
  8. When you are creating your network, keep your self with the F** word. FUN! Knowing new people, understanding new perspective and the way of thinking. These are a fun part of the process. Hidup ini bukan sekedar kejar target lho.
Apakah ada yang tertinggal atau kurang?

Create Post

21 June 2009

Interview 101

Narsis dulu. Jadi a couple of years ago, gwe ikut interview di PWC dan diinterview oleh tiga orang hebat. Sebenarnya gwe nekat juga, karena salary yang ditawarkan 1/2 dari yang sudah gwe dapatkan di kantor gwe saat itu. Tapi gwe masih penuh dengan optimisme, percaya bahwa gwe bisa contribute a lot for the company (which in return benefit me too later on), jadi gwe tidak mengeluarkan mimik muka kecewa ketika ditawarkan salary segitu. Gwe malah bilang "When do I start?".

Tapi akhirnya gwe ngga lolos. Tapi gwe selalu punya mindset di kepala gwe: "It's their lost, not mine."

Kemarin gwe ketemu sama teman-teman ex Inixindo. Disitu ketemu Citra, temen sekantor gwe dulu di Inix yang sekarang kerja di PWC. Dia bilang kalau waktu itu ngobrol dengan salah satu interviewer gwe waktu itu. Awalnya cuma cerita-cerita kalau ada anak Fasilkom '99 yang waktu interview mengeluarkan aura "keberuntungan" (lupa juga kata-katanya Citra apa). Karena aneh koq ada similarity, pas ditanya namanya ternyata mereka lagi ngomongin orang yang sama, gwe!

Dalam hati gwe senang banget karena ternyata para interviewer itu masih inget gwe. Padahal di perusahaan sebesar PWC, pastilah banyak melakukan interview. Oh ya, dari sini gwe akhirnya tahu kenapa koq gwe ngga lolos, ini karena ambisi gwe untuk punya perusahaan sendiri terlalu gede, jadi ngga cocok dengan PWC, takutnya kerja di PWC cuma sebentar doank.

Tapi memang gwe akui waktu itu di PWC itu adalah salah satu interview terbaik gwe. Very relaxed, talked to great people dan gwe mendapat new insights too. It wasn't like an interview. More like a discussion. Bahkan sering gwe dibantu jawab oleh interviewer yang lain. And it was going for almost an hour. Padahal schedulenya tiap interviewee dapet 30 menit.

Okay, enough with the e-narcism. Gwe ingin membicarakan tentang interview. Berikut adalah guidelines dalam melakukan interview. Diikuti bagus, ngga diikuti ya yang rugi bukan gwe.

Pre-interview:
  1. Pahami perusahaan yang bakalan elo lamar. Ngga lucu banget kalau elo datang ke sebuah interview, tapi ngga tahu latar belakang perusahaan tersebut. Ketika elo sudah melakukan background check, maka ada beberapa benefit yang bisa elo raih. Pertama rasa percaya diri meningkat, karena elo secara garis besar paham tentang perusahaan yang bakalan menginterview elo. Kedua adalah ketika interview, elo bisa nyambung dengan yang menginterview elo. Teknik ini sudah sering sekali gwe terapkan jika gwe diinterview. Dengan cara ini, penginterview merasa elo sudah memahami mereka, dan lebih baik lagi, sudah merasa elo menjadi bagian dari perusahaan tersebut.
  2. Datang ontime! Kalau perlu, datang 1 jam lebih awal. First impression is absolutely everything! Gwe tahu Jakarta itu unpredictable. Kalau memang sudah merasa bakalan telat, 15 menit sebelumnya hubungi kantor penginterview dan kabarkan kalau bakalan telat. Tapi jangan pakai alasan telat karena macet lho ya. Ini sangat mengesalkan. Alasan yang bisa gwe terima itu misalnya: Habis dari interview lain pak. This is more acceptable.
  3. Dress properly. Lebih baik overdressed daripada underdressed. Define your class. I always use necktie, and if it's a big company, I also uses suits.
  4. Berdoa. Berdoa itu semacam memberi pesan ke alam bawah sadar. It really helps lho.
The big interview:
  1. Shake hand tangan interviewer dengan baik. Ada berbagai macam jabat tangan, seperti fish shake hand, iron shake hand, and all sort of shake hands. Yang bagus adalah yang penuh, tidak terlalu singkat, cukup kuat tanpa menyakiti dan tatap mata.
  2. Ketika duduk, duduk dengan postur tegap. Jika duduk terlalu nyantai, interviewer akan menganggap elo menyepelekan mereka. Jika terlalu tegang, interviewer akan melihat elo sebagai individu yang kurang siap atau tidak percaya diri.
  3. Sell yourself. Juallah sebanyak-banyaknya nilai-nilai positif dalam diri elo. Interview adalah saat dimana elo boleh sombong dengan prestasi elo. Dalam interview, pasti diawal-awal elo akan diberi kesempatan untuk menceritakan tentang diri elo. You have to have prepared these days before. Jangan sampai kesempatan ini elo sia-siakan dengan hanya memberikan penjelasan 1-2 menit saja. Ini sangat bodoh. Semakin pendek elo bercerita tentang diri elo, maka akan terlihat bahwa elo tidak punya apa-apa untuk ditawarkan ke perusahaan. Ingat, elo bakalan di hire karena kelebihan loe untuk mengisi kekurangan perusahaan. Kalau elonya sendiri kurang, ngapain diambil?
  4. Siapkan nyali elo. Elo pasti akan diuji dengan dijatuhkan atau dijelek-jelekkan. Kalau elo jadi down setelah di attack, atau bahkan marah, berarti elo sudah gagal. Dalam dunia kerja, ngga mungkin semuanya positif. Pasti ada waktunya juga negatif. Jika elo bisa mengatasinya dengan baik, maka elo bakalan diappreciate oleh penginterview. Lebih bagus lagi jika elo bisa meng-counter attack dengan membalas secara baik dan diplomatis tanpa merendahkan penginterview.
  5. Olah body language elo dan pahami body language orang yang menginterview elo. Jika tiba-tiba dia menyilangkan tangan ketika elo mengucapkan sesuai, berarti dia sedang defensif dan tidak setuju. Jika dia meletakkan tangan di dagu, berarti dia benar-benar mendengarkan elo dengan seksama. Jika dia menggaruk-garukkan kepala, itu artinya dia mengapprove yang elo katakan. Jika dia mulai melihat kemana-mana, berarti elo mulai membosankan. Jika elo bisa melihat arah sepatu penginterview tidak mengarah ke elo atau kemana-mana, berarti dia kehilangan interest. Banyak interview sukses dikarenakan body language lho. IMPORTANT to learn.
  6. Terkadang interviewer akan memberikan elo kesempatan untuk bertanya. MANFAATKAN! Bahkan jika elo sudah paham tentang semuanya, tetap tanyakan sesuatu, apa pun itu. Jika kamu bertanya, impresi interviewer adalah bahwa elo tertarik dengan mereka, dan ingin tahu lebih banyak. Salah satu teknik yang sering gwe lakukan adalah menanyakan tentang posisi interviewer di perusahaan. Interviewer akan dengan senang hati menceritakan tentang diri dia dan perannya di perusahaan. This is aligned with what Dale Carnegie said: "Become genuinely interested in other peole" (part II section 1).
  7. Siap-siap untuk pertanyaan jebakan. Pertanyaan tentang expected salary itu yang paling sering diajukan. Jawab dengan sebuah angka, dan jawab dengan tegas. Bilang "With my qualification, 2 million would be a proper number." Kalau ternyata terlalu besar dan out of budget, tapi interviewer sudah tertarik untuk mengajak elo ikut di perusahaan, pasti interviewer akan terbuka dengan budget mereka. Dari situ bisa elo nego. Jangan pernah jawab "Terserah budget kantor ini saja", "Wah, berapa yah?" Kalau elo bahkan tidak bisa mempersiapkan angka buat salary elo, maka elo akan dianggap tidak punya plan kedepan (alias madesu, masa depan suram). Pertanyaan jebakan lainnya seperti "Apa sisi negatif elo?", "apa kelemahan anda?" JANGAN pernah menjawab "malas", "mood swing yang fluktuatif", "tukang tidur" dan sejenisnya. Kelemahan elo harus menjadi kelebihan elo. Misalnya "suka begadang sampai jam 3 pagi, karena suka ngoprek-ngoprek web", "kelemahan saya adalah perfeksionis, tapi saya belajar untuk menerima apa adanya."
  8. Closure yang baik. Shake his hand and say: "It's really nice talking to you sir, hope to talk to you some other time". Open ended closure ini akan mengirim sublimal message ke interviewer agar bisa ketemu lagi.
Post-interview
  1. Selalu menjadi kebiasaan gue, selesai interview (atau ketemu orang yang sangat penting), gwe selalu mengirimkan thank you email ke interviewer. Seandainya interviewer ada 10 interview hari itu, menurut elo gimana caranya supaya interviewer itu paling ingat elo? Ya dari email yang dia terima! Dengan mengirim thank you email, interviewer akan merasa dihargai, dan waktu yang sudah diluangkan untuk menginterview elo tidak sia-sia. Hasilnya? Selalu ada follow-up!
  2. Bicarakan interview yang sudah elo lakukan ke istri atau teman elo. Hey man, lesson learned! Pasti ada pertanyaan yang menurut elo menjebak sekali dan lumayan susah menjawabnya. Bahas hal tersebut, dan cari jawabannya, sehingga jika ada interview berikutnya, elo bisa menjawab dengan lancar.
Habis ini gwe ingin nulis tentang networking ya. Karena ini sangat berkaitan dengan dapetin pekerjaan. Tapi itu nanti saja. Mo bobo dulu sudah jam 3.44 pagi.

Create Post

07 June 2009

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu

Ayat dari Matius 7:7 ini selalu menjadi peganganku. Ibu gwe selalu mengatakan bahwa beliau dari kecil selalu "meminta" pada Tuhan, dan Tuhan selalu akan memberikan cara untuk memenuhi permintaannya. Semisal, waktu masih SMA my mom minta bisa merasakan salju. Who knows ternyata kita mendapat kesempatan tinggal di Amerika selama 2 tahun, merasakan dua kali winter dan merasakan dinginnya Colorado mountain sampai kapok.

My mom waktu muda juga meminta bisa punya tabungan 1 milyar. Padahal saat itu aja gwe yang masih bayi sempat diminumin air tajin, juga punya suami dari keturunan petani di Klaten. Siapa sangka JC memberikan cara yang benar-benar unik, seperti my dad dapet beasiswa for higher education, sempat dipindah-pindahkan ke palu, surabaya bahkan bangka, tapi diberi kebijaksanaan dan menjadi kepercayaan pak ECW Neloe, sehingga menjadi SVP di sebuah bank pemerintah terbesar di Indonesia itu.

Begitu pensiun, semuanya berubah tiba-tiba, karena dapetnya ya dari uang pensiun saja. Lalu my mom meminta lagi supaya my dad tidak devastated pada perubahan itu, eh ngga dinyana teman my dad ngasih kerjaan ngajar 8x sebulan. Tapi walaupun statusnya semacam "guru" atau "instruktur", tapi bayarannya ngga cuman 1 juta per hari kek gwe ngajar freelance dulu. Pokoknya pajak tahunannya aja 100 juta lebih deh. Ndak jadi stress deh.

Kedengarannya seperti gwe bragging about my family. Well that's for the apathyical people. Kalau kalian berpikiran positif, yang bisa diambil disini adalah "aim high". Cita-cita itu jangan cuma "ah saya ingin bikin toko kecil-kecilan saja", atau "ah kerja jadi staff ini saja sudah cukup". Kalau elo berkata itu, maka JC akan memenuhi harapan elo itu!

Mintalah di segala situasi. Gwe percaya JC akan sangat senang jika umatnya meminta ke Dia, bukan ke dukun, peramal atau bahkan berhala. Waktu Nie hamil Vica, dalam pikiran gwe berkata, "dear JC, gwe butuh mobil 7 seater nih, buat my two babies and the baby sitters, biar muat." And voila, ngga sampai hitungan bulanan, gwe ketemu dengan pak Lody, sepupunya teman kantor istri gue yang orangnya sangat-sangat helpful, membantu banget dalam mencarikan pembeli untuk mobil Corolla lama gue, lalu mencarikan vendor untuk mobil idaman gwe itu, dan memperkenalkan dengan pak Nasir dari BCA Finance. Gwe cuma tatap muka sama pak Nasir 2 kali, dan sekali ngobrol via telp, dan urusan kredit selesai. Dan gwe kerjaannya sih cuma tanda tangan doank! Betapa dipermudah oleh JC!

Masih banyak lagi, seperti ketika kita baru menikah, masih di pondok mertua indah (well actually my mom's house), Nie pengin mandiri jadi cita-citanya bisa tinggal di rumah sendiri biar bisa main rumah-rumahan. Siapa sangka ngga sampai 3 bulan, tante gwe dibelikan rumah oleh pakde gwe, jadi rumahnya kosong. Gwe boleh pake secara gratis! Ajaib ngga tuh?

Lagi, karena kita ngga nyaman tinggal di rumah orang (ngga pake bayar lagi!), jadi kita "minta" lagi rumah yang bisa kita beli. Iyah, yang bisa dibeli, bukan kontrak, karena rumah yang dibeli adalah asset, tapi rumah yang dikontrak adalah cost. Jadi kita secara eksplisit meminta JC untuk dapet rumah yang bisa dibeli. Siapa nyana, nemu rumah yang orangnya ingin buru-buru jual (karena udah stress anaknya narkoba semua). Di waktu yang berdekatan, kita ngga sengaja ketemu dengan pak Ardah dari Bank Niaga Syariah yang bisa membantu kredit rumahnya, a very helpful person from A to Z. Rumah diestimasi buat kredit, dapetnya Rp 375 juta, padahal waktu itu kita belinya cuma setengahnya saja. What a bargain! Kalau di jual malah sudah untung 2x lipat!

Sudah gitu ya entah kenapa koq kita diarahkan oleh JC ke Bank Niaga Syariah. Ternyata dalam syariah itu ngga boleh ngambil riba, jadi jika suku bunganya lagi naik setinggi apa pun (seperti contohnya suku bunga tahun 1998 yang sampai 65%!), maka kita bukannya harus bayar cicilan setinggi itu, tapi cuma termin pembayarannya diperpanjang. Dan kalau sudah turun lagi, ya terminnya diperpendek. Benar-benar bikin pikiran ces pleng ngga tuh? Mau krismon apa pun, cicilannya tetap, ngga perlu takut rumah disita gara-gara ngga mampu bayar bunga. Sudah gitu kalau telat bayar, uang dendanya bukan buat Bank, tapi buat donasi. Kapan lagi telat bayar malah dapet pahala hihihihi.

Lagi. Istriku pengiiin banget ngajak gwe ke Singapura, karena terakhir dia ke S'pore ya sama temennya aja. Lagipula gwe kalau diajak kemana-mana aja selalu males (maksudnya males ngeluarin uangnya hahaha). Nah ngga dinyana istri dapet bonus dari tours and travel yang dia gunakan dulu, and we get free airline tickets and hotels. Gimana gwe bisa menolak istri kalau ya sudah dapet freebies gitu? :P

Sebelum ke S'pore kita pengiiin banget ngajak Michelle dan Vica berenang, karena terakhir kali berenang, Michelle senang banget. Vica kalau di kamar mandi juga paling doyan ngubek-ngubek air. Jadi ya janjinya setelah balik dari S'pore ngajak babies berenang. Ngga disangka, hari kamis kemarin dapet SMS dari Telkomsel buat pengguna Flash, dapet tiket gratis buat ke Waterboom. Waktu di telpon CS-nya, dibilangnya tiketnya cuma buat dua orang, gwe bilang gwe maunya 4 orang. Dia tanya apa istri pake telkomsel juga, gwe bilang iya karena istri pake t-sel flash juga buat bisnis onlinenya. Alhasil dapet tiket buat 4 orang. Actually gwe minta 4 tiket karena babies gwe ngga bisa gwe ajak pergi kalau ngga bawa nanniesnya. Kapok bow pergi tanpa nannies, bukannya menikmati malah capek ngurus bayi hehehe (curcol).

Panjang banget jadinya. Intinya, tidak ada yang namanya "permintaan" kecil dan permintaan besar. Tapi ada yang namanya "salah minta", seperti "gwe sudah cukup puas dengan kerjaan ini." Minta more and more, gwe percaya elo bakalan dikasih deh. Tapi tentu ada syaratnya. Elo harus baik di mata Tuhan. Ngga boleh jahatin orang, melakukan hal yang elo sendiri tahu itu salah, walau itu buat kesenangan sendiri, tapi intinya merugikan orang lain. Be nice to other people. Respect other people life and privacy. Sisanya akan datang dengan sendirinya.
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." - Matius 7:7, Alkitab Terjemahan Baru
Bahkan, di alkitab "The Message Bible", tulisannya setajam ini:
"Don't bargain with God. Be direct. Ask for what you need."
Ini artinya jangan membuat syarat-syarat dengan Tuhan. Misalnya: "Jika Tuhan membuat saya sukses, saya akan membantu kaum dhuafa." Ini artinya mencobai Tuhan, and He don't like it. Trust me. Kalau minta ya minta. Kalau melakukan kebaikan ngga usah pakai syarat-syarat.

Create Post