Coba baca postingan ini di sebuah milis:
Temans,
Sedih banget niy aku. sbtulnya bukan aku aja siy. Hampir semua orang di kantorku lagi sedih. Ini berkaitan dgn salary adjustment di Januari ini.
Kantorku kan mengacu pada indeks CPI so kenaikan gaji ya tgntung indeks tsb. Sampai akhir desember, indeksnya 11.19persen.so kenaikan salary smua 12persen saja.
Duh capek deh liat smua orang berkeluh kesah ttg hal ini. Semua merasa kenaikan tsb tidak tepat krn harusna lbh banyak lg, mengingat perkembangan perushaan yg pesat bgt. Banyak yg merasa dirinya berhak mendapat lebih besar krn merasa sudah kerja mati2an. Tidak mau disamakan dgn sebagian lain yg kerja asal2an dan seneng numpuk kerjaan tuk lembur (krn lembur disini dibayar)
Hiks.. Dari hari pertama info gaji naik 12persen sampe today, smua kelompok ngobrol temanya saaaama. Semua menyalahkan big boss. Pusing deh aku dengernya.
Gak di kantor, di tempat lunch, di mobil jemputan, di pos satpam semuaa pada muntahin uneg2.
What? Benar-benar tidak bisa berterima kasih kepada Tuhan kali ya? A few days ago, gwe baca di koran, sudah
250.000 orang yang di PHK di Indonesia. Bahkan om
Google aja sudah mem-
PHK 500 orang. Padahal Google is THAT BIG. Juga
Microsoft yang mem-
PHK 5000 orang. Padahal keuntungan dan laba bersih Google adalah Rp 182 Triliun dan Rp 46 Triliun (2007), sedangkan Microsoft sendiri Rp 664 Triliun dan Rp 194 Triliun (2008). Kalau mau pakai
logic orang awam, pasti bilang, dengan keuntungan bersih sebesar itu, ngapain PHK?
Well, if your boss is that smart (and I think he is), pasti dia berencana untuk LONG TERM, bukan untuk short term. Pilih mana? Kenaikan yang besar tapi tahun-tahun depan ada kemungkinan turun gaji atau PHK, atau kenaikan yang steady? Kalau anda tidak paham hal ini, berarti anda belum layak jadi pemimpin perusahaan, because you can't manage your cashflows. Gwe pernah baca di suatu research, moral karyawan yang kerabat kerjanya kena
PHK akan turun sangat jauh dibandingkan kalau
keuangannya di "freeze".
“Corporations are mistaken to think that employees who survive layoffs will “work harder out of gratitude,” according to a study by Leadership IQ. In fact, by their own admission, employees say their companies should expect less from them going forward. The Washington-based research company says nearly three-quarters of employees who held on to their jobs amid downsizing acknowledge that their individual productivity is declining, while nearly seven in 10 say their company’s product or service lines are in decline since the layoffs. The research is based on interviews with about 4,200 workers at roughly 320 companies that have enacted layoffs during the past six months. Other key findings:
• 87 percent are less likely to recommend their company as a good place to work.
• 64 percent say their colleagues’ productivity is declining as well.
• 81 percent claim customer service is falling.
• 77 percent “see more errors and mistakes being made.”
• 61 percent forecast “worse” prospects for their company’s future.
Kalau mau tahu seberapa sering layoff di dunia,
baca aja di twitter ini. Dalam sejam terakhir, ada 15 post tentang "dirinya atau orang-orang disekitarnya" ada yang kena layoff. Dan ini aja gwe ngeceknya jam 10 siang, alias di sana sudah malem.
Gwe dulu pernah kerja di sebuah perusahaan, yang target sales per orangnya Rp 1 milyar per tahun (atau per 4 bulan ya? Lupa gwe). Tahukah berapa komisinya? Rp 80.000,- saja gitu.
Jujur aja, gwe juga dulu pernah ngga digaji hampir 4 bulan di suatu perusahaan, hanya karena kantor lagi ngga ada revenue. Bayangkan! Lalu apa yang gwe lakukan? Generate sales! Dapetin proyek buat kantor. Jadi bukan protes, misah-misuh, tapi I make my own money.
Mungkin karena gwe orang Jawa juga kali ya, jadi gwe typical yang "masih untung begini". Take every positive side in any downside. I think I owe this to my parents to have this personality traits.
My dad, yang baru saja pensiun, dulu gajinya beberapa kali lipat dari gwe sekarang, dan sejak pensiun, beliau dapat dana pensiun yang jumlahnya sedikit di bawah gwe. Apakah beliau komplain? Engga! Malahan jadi lebih bisa aktif di gereja. A few months later, beliau diajak rekannya ngajar. Ngajarnya 8x per bulan, dan sekali ngajar dibayar Rp 5 juta.
So? What's the point in this? Lord Jesus is testing you to see what would you reacted if you are miserable. Do you blame people, do you blame the situation, or even blame God? If you pass the test, He will reward you. Just remember your God in every situation dan Tuhan akan merawatmu. Burung saja yang ngga pernah nyari uang bisa hidup.
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6:26)
Note: Buat yang merasa buat postingan di milis tersebut, I am not making enemy, I wanted you to open your eyes. Saya lihat anda spamming di milis-milis untuk jualan produk kecantikan anda,
di jam kantor. Jadi jangan bilang anda berjasa pada kantor anda karena anda juga korupsi waktu dan resource kantor anda. Nobody is a saint, but everybody can be a better person.