Adheaven - Webpreneur, Futurist and Technologist

The official Natali Ardianto blog

28 February 2009

Google Maps with Steet Maps is ready in Jakarta (and Surabaya)

Akhirnya, masa penantian itu usai sudah. Jakarta sekarang sudah ada street mapsnya. And even better, Surabaya juga sudah ada. Gwe dan team sudah mendambakan street maps di Google Maps, karena satellite mapsnya sebenernya bagus, tapi useless. Sebelumnya, street maps hanya tersedia di Bali saja. Bayangkan saudara-saudara, Bali sudah ada street mapsnya, tapi Jakarta belum! Pantes saja wisatawan asing bisa bilang Bali is a whole different country from Indonesia.

Well, the first thing that come up to my mind after seeing this is, gimana masa depan Coorde? Yah semoga produk mereka, yaitu search, valuenya lebih besar sekarang dibandingnya petanya itu sendiri.

Ok! Now on with maps on urbanesia.com :)

Update:
Ternyata kota-kota yang sudah ada detailnya banyak! Bandung, Medan, Semarang pun sudah ada.

Create Post

20 February 2009

New toy in the office

Di kantor lagi ada mainan baru. Sebuah server produksi Dell. And just like when I was a little boy and my dad bought me Atari 2600, mainan ini jadi toy of the week di kantor. It took 2 weeks to properly configure the OS and apps and making our website run with the server configurations. Fellow programmer Andri said, "Ndak nyangka sebuah web application bisa sampai harus tightly close with the OS itself." And I couldn't agree more.

I am no network expert, nor linux, nor any of the supporting apps that will help keep the server sane. Good thing my team members are really anxious and knowledgeable. Teman-teman kantor pasti merasa gwe wishi woshi (plin-plan) banget, dengan mengubah-ubah struktur webserver dan aplikasi pendukung. Well, gwe sih cuek saja, karena sesuai yang dikatakan Action Coach, kita harus menyingkirkan "I know" kita. Apa maksudnya? Maksudnya adalah jika kita merasa diri kita "sudah tahu itu", kita sudah memblok pikiran kita dengan menganggap pengetahuan yang kita miliki sudah benar, sehingga kita tidak mau mendengarkan beautiful mind of others. Dengan memblok "I know", kita akan selalu belajar dan belajar dan menerima hal baru yang pastinya akan memperkaya wawasan kita.

Sejujurnya, ini hal baru bagi gwe, dan gwe benar-benar paying attention to the techniques yang kita gunakan. Buat teman-teman yang juga sedang mengembangkan aplikasi dan nantinya aplikasinya demanding, situs High Scalability bisa menjadi referensi yang ekstensif dan inspiratif. So far, we tested the server and it gave a 6000 requests/second response, tentunya pakai reverse proxy. Dan padahal servernya masih punya banyak space for expansion. Slot CPU-nya masih sisa satu. Slot memorynya masih sisa empat. Slot HDD-nya masih sisa empat juga.

Gwe sudah ngga sabar ingin membuat my parents proud. Within a few weeks now, we are going to go alpha. Hope by then everything will be ready.

Create Post

12 February 2009

Gmail Offline dengan Google Gears

Sudah pernah pakai Gmail Offline dengan Google Gears belum? Coba deh. Buat apa Google Gears? Aplikasi ini akan membantu situs-situs agar dapat diakses secara offline, dan sinkronisasi ketika online. Gwe sudah nyoba dengan email Gmail gue, dan it was a breathtaking experience *agak berlebihan*.

Perbedaannya Gmail biasa dengan Gmail Offline adalah adanya satu folder lagi, yaitu outbox (posisinya antara sent mail dan drafts). Begitu Google Gears diaktifkan di Gmailnya, dan diinstall di browser (kalau Chrome sudah integrated), maka dia akan sinkronisasi semua mail yang ada di server ke lokal (alias semua emailnya di download dulu).

Nah kalau sudah sinkron, maka ketika offline, kita masih bisa melakukan aktivitas seperti memberi bintang (stars/favorite), memberi label, baca email dan membuat email baru. Nanti begitu online, langsung secara otomatis di sinkron oleh Google.

Cara aktivasinya? Login ke Gmail, klik settings di pojok kanan atas, dan pilih Labs. Disitu ada fitur namanya Offline, aktifkan dan ikut petunjuk berikutnya. Simple.

Hanya saja, Gmail Offline-nya gwe pakai untuk email @urbanesia.com saja, sebab yang @gmail.com itu sudah 5,6 GB. Kalau sinkron bisa seabad dah. Hoiya, engga salah baca koq, Gmail Offline bisa di Google Apps juga!

Hoiyah, keuntungan lainnya, loading Gmail-nya jadi cepat banget! Karena semua script javascriptnya sudah di cache di lokal. Ngomong-ngomong, Google Gears ini ada API-nya lho, jadi siapa saja bisa implementasi! Gwe juga dulu pernah coba Zoho Mail. Ini juga pakai Google Gears. Google Docs, Google Calendar dan Google Reader juga bisa lho! Well, era situs offline sudah datang. Aplikasi desktop siap-siap saja menurun omzetnya.

Create Post

07 February 2009

Ungrateful

Coba baca postingan ini di sebuah milis:
Temans,
Sedih banget niy aku. sbtulnya bukan aku aja siy. Hampir semua orang di kantorku lagi sedih. Ini berkaitan dgn salary adjustment di Januari ini.
Kantorku kan mengacu pada indeks CPI so kenaikan gaji ya tgntung indeks tsb. Sampai akhir desember, indeksnya 11.19persen.so kenaikan salary smua 12persen saja.

Duh capek deh liat smua orang berkeluh kesah ttg hal ini. Semua merasa kenaikan tsb tidak tepat krn harusna lbh banyak lg, mengingat perkembangan perushaan yg pesat bgt. Banyak yg merasa dirinya berhak mendapat lebih besar krn merasa sudah kerja mati2an. Tidak mau disamakan dgn sebagian lain yg kerja asal2an dan seneng numpuk kerjaan tuk lembur (krn lembur disini dibayar)

Hiks.. Dari hari pertama info gaji naik 12persen sampe today, smua kelompok  ngobrol temanya saaaama. Semua menyalahkan big boss. Pusing deh aku dengernya.
Gak di kantor, di tempat lunch, di mobil jemputan, di pos satpam semuaa pada muntahin uneg2.
What? Benar-benar tidak bisa berterima kasih kepada Tuhan kali ya? A few days ago, gwe baca di koran, sudah 250.000 orang yang di PHK di Indonesia. Bahkan om Google aja sudah mem-PHK 500 orang. Padahal Google is THAT BIG. Juga Microsoft yang mem-PHK 5000 orang. Padahal keuntungan dan laba bersih Google adalah Rp 182 Triliun dan Rp 46 Triliun (2007), sedangkan Microsoft sendiri Rp 664 Triliun dan Rp 194 Triliun (2008). Kalau mau pakai logic orang awam, pasti bilang, dengan keuntungan bersih sebesar itu, ngapain PHK?

Well, if your boss is that smart (and I think he is), pasti dia berencana untuk LONG TERM, bukan untuk short term. Pilih mana? Kenaikan yang besar tapi tahun-tahun depan ada kemungkinan turun gaji atau PHK, atau kenaikan yang steady? Kalau anda tidak paham hal ini, berarti anda belum layak jadi pemimpin perusahaan, because you can't manage your cashflows. Gwe pernah baca di suatu research, moral karyawan yang kerabat kerjanya kena PHK akan turun sangat jauh dibandingkan kalau keuangannya di "freeze".
Corporations are mistaken to think that employees who survive layoffs will “work harder out of gratitude,” according to a study by Leadership IQ. In fact, by their own admission, employees say their companies should expect less from them going forward. The Washington-based research company says nearly three-quarters of employees who held on to their jobs amid downsizing acknowledge that their individual productivity is declining, while nearly seven in 10 say their company’s product or service lines are in decline since the layoffs. The research is based on interviews with about 4,200 workers at roughly 320 companies that have enacted layoffs during the past six months. Other key findings:
• 87 percent are less likely to recommend their company as a good place to work.
• 64 percent say their colleagues’ productivity is declining as well.
• 81 percent claim customer service is falling.
• 77 percent “see more errors and mistakes being made.”
• 61 percent forecast “worse” prospects for their company’s future.
Kalau mau tahu seberapa sering layoff di dunia, baca aja di twitter ini. Dalam sejam terakhir, ada 15 post tentang "dirinya atau orang-orang disekitarnya" ada yang kena layoff. Dan ini aja gwe ngeceknya jam 10 siang, alias di sana sudah malem.

Gwe dulu pernah kerja di sebuah perusahaan, yang target sales per orangnya Rp 1 milyar per tahun (atau per 4 bulan ya? Lupa gwe). Tahukah berapa komisinya? Rp 80.000,- saja gitu.

Jujur aja, gwe juga dulu pernah ngga digaji hampir 4 bulan di suatu perusahaan, hanya karena kantor lagi ngga ada revenue. Bayangkan! Lalu apa yang gwe lakukan? Generate sales! Dapetin proyek buat kantor. Jadi bukan protes, misah-misuh, tapi I make my own money.

Mungkin karena gwe orang Jawa juga kali ya, jadi gwe typical yang "masih untung begini". Take every positive side in any downside. I think I owe this to my parents to have this personality traits.

My dad, yang baru saja pensiun, dulu gajinya beberapa kali lipat dari gwe sekarang, dan sejak pensiun, beliau dapat dana pensiun yang jumlahnya sedikit di bawah gwe. Apakah beliau komplain? Engga! Malahan jadi lebih bisa aktif di gereja. A few months later, beliau diajak rekannya ngajar. Ngajarnya 8x per bulan, dan sekali ngajar dibayar Rp 5 juta.

So? What's the point in this? Lord Jesus is testing you to see what would you reacted if you are miserable. Do you blame people, do you blame the situation, or even blame God? If you pass the test, He will reward you. Just remember your God in every situation dan Tuhan akan merawatmu. Burung saja yang ngga pernah nyari uang bisa hidup.
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6:26)
Note: Buat yang merasa buat postingan di milis tersebut, I am not making enemy, I wanted you to open your eyes. Saya lihat anda spamming di milis-milis untuk jualan produk kecantikan anda, di jam kantor. Jadi jangan bilang anda berjasa pada kantor anda karena anda juga korupsi waktu dan resource kantor anda. Nobody is a saint, but everybody can be a better person.

Create Post

03 February 2009

Anak-anak Fasilkom itu Isinya Scary People

Ada postingan di milis Fasilkom, tentang artikel di kompas berjudul Lulusan Termuda dan Terbaik di Universitas Indonesia. Di dua paragraf terakhir tertulis demikian:
... Lulusan program sarjana reguler dengan IPK tertinggi 3,93 oleh Ardhanariswar* dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.
Adapun lulusan cum laude program profesi kelas khusus internasional dengan IPK tertinggi 3,94 oleh Mari* Martin* Sibo* dari Fakultas Kedokteran.
Apa hubungannya dengan Fasilkom? Ardhananiswari dan Maria itu, sebenarnya sudah masuk Fasilkom. Tapi katanya seperti Ardhana itu dia sebelum MK (malam kekerabatan, sejenis ospek) tiba-tiba menghilang, dan tahun berikutnya sudah kuliah di FIB. Fasilkom tahun 2001 juga ada yang lulus dengan IPK 3.98!

Gwe jadi inget, waktu tahun pertama kuliah, ada teman yang DO dari Fasilkom karena IPKnya kurang dari 2. Uniknya, setelah menlanjutkan kuliah kampus swasta tetangga, dia jadi asisten dosen, dan kalau ngga salah cum laude juga. Jadi kebayang khan, betapa 'gila'-nya kompetisi di Fasilkom.

Tadi siang aku di buzz tanteku, yang katanya anaknya lagi bingung milih antara Fasilkom UI atau Informatika Teknik UI. Yah gwe memang jahat, jadi gwe menyarankan dan menjerumuskan anak itu ke Fasilkom huahahaha.

Create Post

01 February 2009

Menyelamatkan email dari junk mail folder

Lately, Outlook 2007 is behaving oddly. Semua email dari Google Apps pada masuk junk mail semua. Aneh banget, padahal perasaan kita-kita tidak pernah spamming atau apa pun itu. Ternyata setelah melakukan riset mendalam (baca: googling), ketemu jawabannya.

Si SPF sialan itu mulai bertingkah. No, not sun protection factor. It's sender policy framework. Tools ini membantu server mail menghindari spam dengan cara cross check ke domainnya, apakah memang email yang dikirim berasal dari domain itu. Apesnya, kalau pakai Google Apps, ya yang ngirim si Google, bukan domainnya. Nah solusinya, benerin SPF supaya tidak menganggap email via Google ini spam. Tambahkan (atau ganti) SPF menjadi seperti ini di manajemen DNS-nya:
namadomain.com. 14400 TXT v=spf1 include:aspmx.googlemail.com ~all
That's it! Please note nama domainnya namadomain.com. (ada titik di belakangnya). Itu format FQDN. Tapi tunggu dulu, ada lagi yang namanya domainkey. Ah, yang ini nanti saja.

Update:
Ternyata, emailnya masih suka masuk junk, especially if I am sending to a group email account, suka dianggep spam, karena cara di atas mengset "netral" email-email yang masuk. Gwe menemukan cara yang lebih "elegan". Diambil dari sini: http://www.google.com/support/a/bin/answer.py?hl=en&answer=60730 . Perintah dig ini ada di linux. Kalau ngga punya dig, bisa pakai service yang ada di internet seperti ini dan ini.
$ dig txt _spf.google.com | grep spf
_spf.google.com.    300    IN    TXT    "v=spf1 ip4:216.239.32.0/19 ip4:64.233.160.0/19
ip4:66.249.80.0/20 ip4:72.14.192.0/18 ip4:209.85.128.0/17 ip4:66.102.0.0/20 ?all"

Create Post