Networking
Networking. Banyak teman *mostly geeks sih* bertanya, gimana sih De caranya supaya dapet network yang luas kek elo? Actually, cara supaya bisa meng-extend network ini bisa dipelajari koq. Ngga perlu elo jadi orang yang super supel, atau pandai berbicara, atau mahir mencuri perhatian, atau bahkan jago ngelawak. All you need is guts, and the willing to network.
Kenapa guts? Ya because no guts, no glory. Biasanya yang menghambat seseorang untuk start something adalah keberaniannya. Hilangkan rasa malu, karena rasa malu itu adalah penyakit yang bisa disembuhkan, tapi harus dari kemauan diri sendiri. Jangan terlalu banyak "what if" di dalam otak elo. What if the person dislikes me? What if I did or say something wrong? What if this? What if that?
Pertama-tama, jika orang itu tidak suka kita sejak awal, then he's not worth the struggle. Hey, networking tidak akan berhenti hanya gara-gara satu orang menolak elo. Make yourself worthwhile, dan nantinya malah orang itu yang melakukan inisiasi terlebih dahulu. Yang penting adalah take action, karena ada aksi, ada reaksi (Hukum Newton ketiga). Tanpa adanya action, ya don't expect anything to happen to you. Yes, you can wait, but that will only happen when you are the CEO of something big. And I don't think you need to read this if you are already a CEO.
Kedua adalah willing to network. If you come to an event, have a nice lunch or dinner buffet, listen to the presenter, and go home, then you actually didn't really go to the event. If you talk to somebody new, even if it's just one person, THEN you are making something different. Tapi ini semua harus ada kemauan. Biasanya penyakit terbesarnya adalah MALAS (selain malu). Gwe sudah ngga mau tahu sama orang yang doyan mengumbar kata M yang satu itu. Malas is contagious, you should keep distance with malas people.
Lalu pertanyaan berikutnya, how do I connect? Paling gampang ya diperkenalkan oleh teman elo. Dengan cara ini, relationship cepat terbentuk, apalagi kalau teman elo itu impactful ke orang tersebut. Cara lain? Ya main tembak saja ke siapa saja yang menurut elo memiliki magnet dan everybody seems to be attracted to him/her. Kenapa ngga anybody saja? Well you can, but can you manage the relationship? Gwe sih lebih suka membuat networking ke decision maker, karena ya staf-stafnya bakalan nurut tho.
Well, if I am just saying this, then it wouldn't make any good impact khan. Jadi ini gwe ceritakan sedikit tentang how networking benefit me:
Sejak awal kerja, gwe hampir ngga pernah membuka lembar lowongan kerja, dan mengirim lamaran. Pekerjaan pertama gue di Inixindo gwe dapat karena referensi dari teman gwe yang sudah ada di Inix.
Setelah itu, gwe pindah ke sebuah perusahaan IT consultant. Gwe bisa dapat kerjaan itu karena sebelumnya ditawarkan membuat proyek oleh teman dari teman dari ownernya. Jauh khan?
Dapet kerjaan juga di Evolver Industries (EI), karena sebelumnya gwe hampir mengerjakan situs Djarum Super, dimana teman gwe Dooze membawa gwe untuk ketemu owner EI. I didn't get the project, but the communication continues, and I work for her 3 months after the first encounter.
Dapet kerjaan di SemutApi Colony (SAC), karena gwe melihat status seseorang di yahoo messenger yang sudah 1 tahun ada di messenger list gwe, tapi gwe sebenarnya ngga terlalu kenal. Gwe tulis nama dia Danny Microsoft sebab gwe pikir dia orang Microsoft, promosiin terus tentang produk microsoft. Ngga dinyana, ternyata dia CEO SAC yang memang lagi dapat proyek Microsoft. And I got hired to work at his company.
Di perusahaan yang sekarang, gwe berpartneran dengan ex SAC bernama Selina. Waktu di SAC sih ngga terlalu dekat. But somehow we met again, talked about what we have in mind, and it's really weird that she wanted to create a business directory, and I have lokasi.info idea a few years back. And that's where Ayoklik Indonesia started.
Selain pekerjaan, juga banyak sekali yang related dengan proyek-proyek. Suatu saat gwe ketemuan dengan sebut saja namanya Irax. Dia datang dengan fellow friends, salah satunya Kevin Osmond. Kita ngga banyak ngobrol, tapi saat itu we are connected. A few years later, gwe ketemu dia lagi pas gwe bikin pitch proyek. Because I know his works, dia langsung dapet proyeknya.
Sebetulnya ngga habis-habis kalau mau cerita tentang how a perfect stranger contacted me, yang ternyata direferensiin oleh network gwe, dan gwe mendapatkan network baru.
Jadi bisa disimpulkan seperti ini:
- Have guts. You have to start. Don't wait for others to come to you. Makin sering elo berani memulai komunikasi dengan orang lain, makin lama ackwardness yang biasanya terjadi ketika pertama kali ketemu orang akan makin menciut. Bisa karena biasa. Hone your skill.
- Have the willingness to network. Kalau elo ngga ada motivasi untuk networking, ya mau dipaksa dengan cara apa pun ya ngga akan berhasil. Ingat! Males is for loser.
- Follow ups. Bahkan jika hanya ketemu sekali, dan kesannya seperti basa basi, coba di follow up lebih lanjut. Gali potensi yang ada di pihak lawan, dan manfaatkan buat keuntungan elo. Sekarang sudah ada facebook tho? Search aja namanya. Add friend dengan message "I'd like to be your acquaintance. It would be my privilege." Ingat! Kasih message ya. Gwe biasanya langsung ignore orang yang main nge-add begitu saja tanpa introductory message.
- Menjual diri. Yeah just like prostitutes, hanya bedanya elo menjual skill elo. Gimana orang bisa paham keinginan dan kemampuan elo, kalau elonya sendiri ngga ngasih tahu ke mereka?
- Services. Networking is all about services. Begitu sebuah extended network meminta tolong elo, give your very best shot and do all you can to give the finest services. The WILL then come back for you.
- Maintain relationship. Di yahoo messenger gwe ada 750++ nama, di FB ada 730++ nama. Percuma dengan list sebanyak itu, tapi elo hanya komunikasi dengan teman-teman yang elo kenal. Gwe suka terkadang secara random memulai conversation dengan pet talk. Kalau gayung bersambut, lama-lama tergali potensi dari lawan bicara elo, seperti recently gwe menemukan orang yang bisa bikin aplikasi BB, iPhone, bahkan Android! And I don't even know his real name!
- Gwe selalu ingat kata-kata Rene Suhardono (a career coach): "It's not who you knows that is important, but who knows you is much more important!" If you are the best in the field, you do your stuff with all your heart, create positive image about yourself, be a reliable person to other, then anybody wouldn't be hesitate to refer you to someone else. CREDIBILITY is the key. Credibility is hard to create, but easy to ruin.
- When you are creating your network, keep your self with the F** word. FUN! Knowing new people, understanding new perspective and the way of thinking. These are a fun part of the process. Hidup ini bukan sekedar kejar target lho.
Connected links:







0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home