Interview 101
Narsis dulu. Jadi a couple of years ago, gwe ikut interview di PWC dan diinterview oleh tiga orang hebat. Sebenarnya gwe nekat juga, karena salary yang ditawarkan 1/2 dari yang sudah gwe dapatkan di kantor gwe saat itu. Tapi gwe masih penuh dengan optimisme, percaya bahwa gwe bisa contribute a lot for the company (which in return benefit me too later on), jadi gwe tidak mengeluarkan mimik muka kecewa ketika ditawarkan salary segitu. Gwe malah bilang "When do I start?".
Tapi akhirnya gwe ngga lolos. Tapi gwe selalu punya mindset di kepala gwe: "It's their lost, not mine."
Kemarin gwe ketemu sama teman-teman ex Inixindo. Disitu ketemu Citra, temen sekantor gwe dulu di Inix yang sekarang kerja di PWC. Dia bilang kalau waktu itu ngobrol dengan salah satu interviewer gwe waktu itu. Awalnya cuma cerita-cerita kalau ada anak Fasilkom '99 yang waktu interview mengeluarkan aura "keberuntungan" (lupa juga kata-katanya Citra apa). Karena aneh koq ada similarity, pas ditanya namanya ternyata mereka lagi ngomongin orang yang sama, gwe!
Dalam hati gwe senang banget karena ternyata para interviewer itu masih inget gwe. Padahal di perusahaan sebesar PWC, pastilah banyak melakukan interview. Oh ya, dari sini gwe akhirnya tahu kenapa koq gwe ngga lolos, ini karena ambisi gwe untuk punya perusahaan sendiri terlalu gede, jadi ngga cocok dengan PWC, takutnya kerja di PWC cuma sebentar doank.
Tapi memang gwe akui waktu itu di PWC itu adalah salah satu interview terbaik gwe. Very relaxed, talked to great people dan gwe mendapat new insights too. It wasn't like an interview. More like a discussion. Bahkan sering gwe dibantu jawab oleh interviewer yang lain. And it was going for almost an hour. Padahal schedulenya tiap interviewee dapet 30 menit.
Okay, enough with the e-narcism. Gwe ingin membicarakan tentang interview. Berikut adalah guidelines dalam melakukan interview. Diikuti bagus, ngga diikuti ya yang rugi bukan gwe.
Pre-interview:
- Pahami perusahaan yang bakalan elo lamar. Ngga lucu banget kalau elo datang ke sebuah interview, tapi ngga tahu latar belakang perusahaan tersebut. Ketika elo sudah melakukan background check, maka ada beberapa benefit yang bisa elo raih. Pertama rasa percaya diri meningkat, karena elo secara garis besar paham tentang perusahaan yang bakalan menginterview elo. Kedua adalah ketika interview, elo bisa nyambung dengan yang menginterview elo. Teknik ini sudah sering sekali gwe terapkan jika gwe diinterview. Dengan cara ini, penginterview merasa elo sudah memahami mereka, dan lebih baik lagi, sudah merasa elo menjadi bagian dari perusahaan tersebut.
- Datang ontime! Kalau perlu, datang 1 jam lebih awal. First impression is absolutely everything! Gwe tahu Jakarta itu unpredictable. Kalau memang sudah merasa bakalan telat, 15 menit sebelumnya hubungi kantor penginterview dan kabarkan kalau bakalan telat. Tapi jangan pakai alasan telat karena macet lho ya. Ini sangat mengesalkan. Alasan yang bisa gwe terima itu misalnya: Habis dari interview lain pak. This is more acceptable.
- Dress properly. Lebih baik overdressed daripada underdressed. Define your class. I always use necktie, and if it's a big company, I also uses suits.
- Berdoa. Berdoa itu semacam memberi pesan ke alam bawah sadar. It really helps lho.
- Shake hand tangan interviewer dengan baik. Ada berbagai macam jabat tangan, seperti fish shake hand, iron shake hand, and all sort of shake hands. Yang bagus adalah yang penuh, tidak terlalu singkat, cukup kuat tanpa menyakiti dan tatap mata.
- Ketika duduk, duduk dengan postur tegap. Jika duduk terlalu nyantai, interviewer akan menganggap elo menyepelekan mereka. Jika terlalu tegang, interviewer akan melihat elo sebagai individu yang kurang siap atau tidak percaya diri.
- Sell yourself. Juallah sebanyak-banyaknya nilai-nilai positif dalam diri elo. Interview adalah saat dimana elo boleh sombong dengan prestasi elo. Dalam interview, pasti diawal-awal elo akan diberi kesempatan untuk menceritakan tentang diri elo. You have to have prepared these days before. Jangan sampai kesempatan ini elo sia-siakan dengan hanya memberikan penjelasan 1-2 menit saja. Ini sangat bodoh. Semakin pendek elo bercerita tentang diri elo, maka akan terlihat bahwa elo tidak punya apa-apa untuk ditawarkan ke perusahaan. Ingat, elo bakalan di hire karena kelebihan loe untuk mengisi kekurangan perusahaan. Kalau elonya sendiri kurang, ngapain diambil?
- Siapkan nyali elo. Elo pasti akan diuji dengan dijatuhkan atau dijelek-jelekkan. Kalau elo jadi down setelah di attack, atau bahkan marah, berarti elo sudah gagal. Dalam dunia kerja, ngga mungkin semuanya positif. Pasti ada waktunya juga negatif. Jika elo bisa mengatasinya dengan baik, maka elo bakalan diappreciate oleh penginterview. Lebih bagus lagi jika elo bisa meng-counter attack dengan membalas secara baik dan diplomatis tanpa merendahkan penginterview.
- Olah body language elo dan pahami body language orang yang menginterview elo. Jika tiba-tiba dia menyilangkan tangan ketika elo mengucapkan sesuai, berarti dia sedang defensif dan tidak setuju. Jika dia meletakkan tangan di dagu, berarti dia benar-benar mendengarkan elo dengan seksama. Jika dia menggaruk-garukkan kepala, itu artinya dia mengapprove yang elo katakan. Jika dia mulai melihat kemana-mana, berarti elo mulai membosankan. Jika elo bisa melihat arah sepatu penginterview tidak mengarah ke elo atau kemana-mana, berarti dia kehilangan interest. Banyak interview sukses dikarenakan body language lho. IMPORTANT to learn.
- Terkadang interviewer akan memberikan elo kesempatan untuk bertanya. MANFAATKAN! Bahkan jika elo sudah paham tentang semuanya, tetap tanyakan sesuatu, apa pun itu. Jika kamu bertanya, impresi interviewer adalah bahwa elo tertarik dengan mereka, dan ingin tahu lebih banyak. Salah satu teknik yang sering gwe lakukan adalah menanyakan tentang posisi interviewer di perusahaan. Interviewer akan dengan senang hati menceritakan tentang diri dia dan perannya di perusahaan. This is aligned with what Dale Carnegie said: "Become genuinely interested in other peole" (part II section 1).
- Siap-siap untuk pertanyaan jebakan. Pertanyaan tentang expected salary itu yang paling sering diajukan. Jawab dengan sebuah angka, dan jawab dengan tegas. Bilang "With my qualification, 2 million would be a proper number." Kalau ternyata terlalu besar dan out of budget, tapi interviewer sudah tertarik untuk mengajak elo ikut di perusahaan, pasti interviewer akan terbuka dengan budget mereka. Dari situ bisa elo nego. Jangan pernah jawab "Terserah budget kantor ini saja", "Wah, berapa yah?" Kalau elo bahkan tidak bisa mempersiapkan angka buat salary elo, maka elo akan dianggap tidak punya plan kedepan (alias madesu, masa depan suram). Pertanyaan jebakan lainnya seperti "Apa sisi negatif elo?", "apa kelemahan anda?" JANGAN pernah menjawab "malas", "mood swing yang fluktuatif", "tukang tidur" dan sejenisnya. Kelemahan elo harus menjadi kelebihan elo. Misalnya "suka begadang sampai jam 3 pagi, karena suka ngoprek-ngoprek web", "kelemahan saya adalah perfeksionis, tapi saya belajar untuk menerima apa adanya."
- Closure yang baik. Shake his hand and say: "It's really nice talking to you sir, hope to talk to you some other time". Open ended closure ini akan mengirim sublimal message ke interviewer agar bisa ketemu lagi.
- Selalu menjadi kebiasaan gue, selesai interview (atau ketemu orang yang sangat penting), gwe selalu mengirimkan thank you email ke interviewer. Seandainya interviewer ada 10 interview hari itu, menurut elo gimana caranya supaya interviewer itu paling ingat elo? Ya dari email yang dia terima! Dengan mengirim thank you email, interviewer akan merasa dihargai, dan waktu yang sudah diluangkan untuk menginterview elo tidak sia-sia. Hasilnya? Selalu ada follow-up!
- Bicarakan interview yang sudah elo lakukan ke istri atau teman elo. Hey man, lesson learned! Pasti ada pertanyaan yang menurut elo menjebak sekali dan lumayan susah menjawabnya. Bahas hal tersebut, dan cari jawabannya, sehingga jika ada interview berikutnya, elo bisa menjawab dengan lancar.
Connected links:







0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home