Mungkin sudah agak telat yah, tapi cuma buat direnungkan saja.
Agar perempatan tidak semrawut, cukup dengan lampu lalu lintas saja. Hanya lampu saja.
Tapi agar orang tidak melanggar penyebrangan kereta api, selain lampu yang kedap-kedip, juga suara yang cukup keras, serta palang yang secara fisik menutup jalan.
Tapi apa yang terjadi? Tetep aja dilanggar. Lampu perempatan lebih penting daripada penyebrangan kereta api. Aneh ndak? Ya endak, lha ya dari dulu juga dilarang megang steker tetep aja dicoba tho.
20 April 2006
blog comments powered by Disqus
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


